Monday, February 1, 2016

Cara Ternak Lele Sangkuriang

Cara Ternak Lele - Ikan lele merupakan ikan yang tahan banting, ia mampu hidup dikondisi air yang kurang dan tingkat kepadatan yang tinggi. Kini budidaya ikan lele sedang naik daun, dengan biaya perawatan yang murah dan tingkat keberhasilan yang tinggi menjadikan budidaya ikan lele salah satu peluang usaha yang menjanjikan.

Langkah - Langkah Cara Ternak Lele Sangkuriang

Cara ternak lele sangkuriang relatif mudah, namun banyak orang yang belum mengetahui bagaimana cara ternak lele yang baik dan benar. Berikut cara ternak lele sangkuriang.

Cara Ternak Lele - Budidaya Ikan

Baca Juga Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal

1. Persiapan Kolam untuk Ternak Lele Sangkuriang

Ada beberapa jenis kolam tempat ternak lele yang biasa digunakan oleh para peternak. Masing -masing kolam memiliki kelebihan dan kelemahannya tersendiri. Jenis kolam yang biasa digunakan dalam ternak ikan lele adalah kolam tanah, kolam terpal, kolam semen, dan keramba. Namun untuk menentukan kolam apa yang cocok dengan Anda, perhatikan sumber daya yang dimiliki dan kondisi lingkungan.

Yang akan dibahas disini adalah kolam tanah karena jenis kolam ini cenderung paling banyak digunakan untuk budidaya ikan. Sekedar menambah wawasan Anda, silahkan baca Kelebihan budidaya ikan lele di kolam terpal.

Persiapan Kolam untuk Ternak Lele - Budidaya Ikan
Persiapan Kolam untuk Ternak Lele
Berikut langkah-langkah yang harus disiapkan untuk kolam tanah tempat ternak lele.

Pengolahan Tanah

Langkah pertama yang dilakukan adalah mengeringkan kolam terlebih dahulu. Lama pengeringan sekitar 4-7 hari bergantung dari teriknya sinar matahari. Bila tanah kolam sudah retak-retak, berarti kolam sudah cukup kering.

Pengeringan kolam bertujuan untuk membunuh mikroorganisme jahat yang menimbulkan bibit penyakit, dengan penjemuran dan pengeringan tersebut sebagian besar mikroorganisme jahat akan mati.. Mikroorganisme tersebut dapat hidup dari proses budidaya sebelumnya sehingga pengeringan ini sangat penting.

Setelah tanah kolam cukup kering, selanjutnya permukaan tanah dibajak atau di balik dengan cangkul. Proses ini diperlukan untuk memperbaiki kualitas tanah, dan membuang gas beracun yang tertimbun di dalam tanah. Gas ini berasal dari sisa pakan yang tidak termakan.

Pengapuran dan Pemupukan

Proses pengapuran berfungsi untuk mentralkan tingkat keasaman kolam dan membantu membunuh mikroorganisme jahat. Jenis kapur yang digunakan adalah dolomit atau kapur tohor.

Cara melakukan pengapuran yaitu dengan menebarkan kapur secara merata di dasar kolam. Jika kapur sudah merata, langkah selanjutnya adalah membalikkan tanah dengan cangkul agar kapur dapat meresap ke bagian dalam kolam.

Dalam satu meter persegi, kapur yang dibutuhkan sebanyak 250-750 gram. Namun pemberian kapur tersebut tergantung dari tingkat keasaman tanah, bila semakin asam maka kapur yang digunakan semakin banyak.

Setelah proses pengapuran, selanjutnya adalah proses pemupukan. Proses pemupukan berfungsi untuk menyediakan nutrisi bagi mikroorganisme baik seperti fitoplankton dan juga cacing, yang berguna sebagai bahan makanan alami ikan lele.

Pupuk yang digunakan dalam proses pemupukan ini adalah campuran dari pupuk organik dan pupuk kimia. Jenis pupuk organik yang digunakan adalah pupuk kompos atau pupuk kandang, pupuk organik diberikan 250-500 gram per meter persegi. Sedangkan pupuk kimia yang digunakan adalah pupuk urea dan TSP, dosis yang diberikan masing-masing sebesar 15 gram dan 10 gram per meter persegi.

Pengisian Air Kolam

Setelah proses pengapuran dan pemupukan selanjutnya kolam diisi air hingga 30-40 cm. Lalu diamkan kolam hingga satu minggu, pendiaman ini berfungsi untuk memberikan waktu bagi fitoplankton tumbuh dan berkembang dengan baik. Air yang sudah ditumbuhi oleh fitoplankton akan berubah menjadi warna hijau.

Setelah satu minggu, benih ikan lele siap dilepaskan. Selanjutnya air kolam dapat ditambahkan secara berkala sesuai dengan pertumbuhan ikan lele hingga ketinggian air yang ideal yaitu 100-120 cm.

2. Pemilihan Benih untuk Ternak Lele Sangkuriang

Pemilihan benih ikan lele yang baik sangat menentukan tingkat kesuksesan budidaya ikan lele. Ikan lele sangkuriang merupakan hasil pengembangan dari ikan lele dumbo oleh BBPBAT Sukabumi. Anda dapat membeli benih ikan lele atau melakukan pembenihan sendiri.  

Benih Ikan Lele - Cara Budidaya Ikan
Benih Ikan Lele

Ciri-ciri Benih Unggul

Pastikan benih yang ditebar benar-benar sehat dan terbebas dari penyakit. Berikut ciri-ciri benih ikan lele unggul.
  1. Gerakannya lincah
  2. Tidak cacat
  3. Tidak ada bekas luka ditubuhnya
  4. Bebas dari bibit penyakit
  5. Gerakannya normal
Ukuran benih yang normal untuk budidaya ikan lele berkisar 5-7 cm. Agar benih dapat tumbuh serempak, usahakan ukurannya merata. Dalam waktu 2,5-3,5 bulan ikan lele sudah mencapai ukuran konsumsi dan dapat dipanen.

Cara Menebar Benih

Yang harus diperhatikan sebelum menebar benih adalah penyesuaian suhu kolam yang baru agar benih yang baru ditebar tidak menjadi stres dan akhirnya mati. Berikut cara menebar benih yang baik dan benar.
  1. Sebelum di tebar, masukan benih kedalam wadah (ember, bak, jerigen)
  2. Selanjutnya masukkan wadah tersebut kedalam kolam
  3. Diamkan selama 15 menit, agar benih dapat menyesuaikan suhu kolam sebagai lingkungan barunya
  4. Setelah 15 menit miringkan wadah dan biarkan benih keluar dengan sendirinya
  5. Benih pindah ke kolam tanpa stres
Kepadatan ikan dalam satu meter persegi sebanyak 200-400 ekor. Namun semakin baik kualitas air kolam, semakin tinggi pula jumlah benih yang dapat ditampung. Penambahan air pada kolam disesuaikan dengan pertumbuhan ikan lele.

Contoh Menghitung Kapasitas Kolam

Kedalaman kolam yang ideal adalah 1 meter dan kepadatan tebar benih ikan lele adalah 200-400 ekor per meter persegi.

Contoh :
Untuk kolam berukuran 4 x 5 meter maka,
Jumlah minimal bibit ikan (4 x 5) x 200 =  4000 ekor
Jumlah maksimal bibit ikan (4 x 5) x 400 = 8000 ekor
Catatan : Kapasitas kolam tanah lebih sedikit dibandingkan kolam tembok

3. Pakan untuk Ternak Lele Sangkuriang

Dalam budidaya ikan lele, pakan merupakan komponen biaya terbesar. Pakan yang baik adalah pakan yang memiliki FCR (Food  Convertion Ratio) lebih kecil dari satu. FCR merupakan rasio jumlah pakan berbanding pertumbuhan daging. Jika rasio FCR nya semakin kecil, maka semakin baik kualitas pakan tersebut.

Agar hasil yang didapatkan maksimal dengan biaya yang minimal, Anda dapat memberikan pakan utama dan pakan tambahan secara berimbang.

Pemberian Pakan Utama

Pakan Ikan Lele - Budidaya Ikan Lele
Pakan Utama Ikan Lele
Ikan lele membutuhkan pakan yang mengandung banyak protein hewani. Secara umum kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele untuk tumbuh dengan baik adalah 30% protein, 4-16% lemak, 15-20% karbohidrat, vitamin dan mineral.

Ikan lele membutuhkan pakan 3-6% dari berat tubuhnya. Misal ikan yang memiliki berat 50 gram membutuhkan pakan sebanyak 2,5 gram per ekor. Anda dapat melakukan sampling setiap 10 hari, lalu timbang, kemudian sesuaikan jumlah pakan yang akan diberikan dengan hasil timbangan sampling tersebut. Pemberian pakan dikurangi menjadi 3% dari berat tubuh pada saat dua minggu menjelang panen.

Ikan lele merupakan hewan nokturnal yang berarti ia aktif di malam hari. Maka untuk pemberian pakan sore dan malam hari dapat diberikan lebih banyak. Pemberian pakan baiknya disesuaikan dengan nafsu makan ikan. Frekuensi pemberian pakan bisa 4-5 kali sehari. Maka dari itu, pemberi pakan harus jeli melihat reaksi ikan. Bila ikan lele sudah tidak agresif dalam menyantap pakannya, maka pemberian pakan dapat dihentikan.

Baca Juga Kelemahan Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal

Pemberian Pakan Tambahan

Ikan Rucah Sebagai Pakan Tambahan Ikan Lele - Budidaya Ikan Lele
Ikan Rucah Sebagai Pakan Tambahan Ikan Lele
Pemberian pakan tambahan ini dapat menghemat biaya pengeluaran pakan ikan lele. Ada berbagai macam pakan tambahan yang dapat dijadikan sebagai alternatif. Berikut jenis pakan tambahan ikan lele :

  1. Ikan Rucah, Ikan rucah adalah hasil ikan tangkapan dari laut yang tidak layak konsumsi karena ukuran atau cacat. Cara Pemberiannya dengan mencincang atau menggiling ikan rucah baru diberikan ke ikan lele
  2. Keong Mas, Sebelum diberikan ke ikan lele, pisahkan daging keong mas dengan cangkangnya. Bila sudah terpisah cincang daging keong mas tersebut lalu berikan ke ikan lele.
  3. Limbah Ayam, Limbah ayam atau ayam tiren dapat Anda berikan ke ikan lele. Sebelum diberikan bersihkan bulu-bulunya terlebih dahulu, lalu cincang dan berikan ke ikan lele.
  4. Ulat, Anda dapat membuat ulat/belatung dari campuran ampas tahu.
Yang harus diperhatikan dalam pemberian pakan ikan lele adalah waktu pemberiannya, jangan sampai telat atau kurang. Karena ikan lele memiliki sifat kanibal, jika kekurangan makanan, ikan yang lebih besar dapat memakan ikan yang memiliki ukuran yang lebih kecil.

4. Pengelolaan Air untuk Kolam Ternak Lele Sangkuriang

Pengolaan air juga sangat penting untuk mendapatkan hasil maksimal. Buruknya kualitas air dapat disebabkan oleh sisa pakan yang tidak habis, sisa pakan tersebut akan menimbulkan gas amonia yang merupakan racun bagi ikan. Hal tersebut ditandai dengan adanya bau busuk.

Anda dapat menjaga kualitas air tetap baik dengan cara membuang sepertiga air dari kolam dan menggantinya dengan air baru. Frekuensi pergantian ini tergantung dari kebiasaan pemberian pakan. Bila pemberiaan pakan yang terlalu banyak dan menimbulkan sisa pakan maka pergantian air akan lebih sering dilakukan.

Waktu untuk melakukan sirkulasi air tersebut ketika tercium bau busuk.

5. Pengendalian Hama dan Penyakit untuk Ternak Lele Sangkuriang

Penyakit Whitespot pada Ikan Lele - Budidaya Ikan Lele
Penyakit Whitespot pada Ikan Lele
Hama yang paling sering menyerang ikan lele adalah ular, musang air, dan burung. Untuk pencegahannya Anda dapat memasang saringan pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di sekeliling kolam.

Lain dengan hama, penyakit yang paling sering menghinggapi ikan lele adalah whitespot atau ich, kembung perut, jamur dan luka dikepala dan ekor. Untuk mencegah timbulnya penyakit dengan menjaga kualitas air, menjaga kebersihan kolam, mengontrol kelebihan pakan, menjaga suhu kolam pada kisaran 28 derajat Celcius.

Panen Ternak Lele Sangkuriang

Panen Ikan Lele - Budidaya Ikan
Panen Ikan Lele
Ikan lele sudah dapat dipanen setelah 2,5 - 3,5 bulan pembesaran dengan ukuran 9-12 ekor per kg. Ukuran lele untuk tujuan ekspor biasanya sekitar 500 gram per ekor.

24 Jam sebelum panen, baiknya ikan lele tidak diberi makan agar ketika dalam proses pengangkutan tidak buang kotoran. Lakukanlah penyortiran berdasarkan ukurannya, karena ukuran lele dapat berdampak pada harga. Penyortiran ini dapat meningkatkan pendapatan bagi peternak.


Sharing Is Caring

0 Comment to "Cara Ternak Lele Sangkuriang"

Post a Comment